Memasang Instalasi Listrik Rumah Bertingkat

Tips ini sedikit berbagi ide memasang instalasi listrik rumah bertingkat. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali instalasi listrik rumah bertingkat yang sangat susah dalam memperbaikinya. Banyak sekali ditemui titik percabangan instalasi maupun pipa instalasinya ditanam langsung dalam beton. Alasannya supaya tidak terganggu dari hal-hal yang dapat merusak instalasi tersebut. Hal tersebut tentu saja ada benarnya, akan tetapi perlu diingat bahwa lantai beton tempat menaruh saluran instalasi akan sedikit banyak mempengaruhi kekuatan betonnya. Hal tersebut dikarenakan adanya rongga didalamnya yang berasal dari pipa instalasi yang ditanam dan rata2 pipa yang ditanam berupa peralon PVC atau bahasa "katroknya" peralon plastik. Gak percaya... tanya tuh sama orang sipil... Itu alasan pertamanya. Alasan yang kedua adalah karena akan susah dalam memperbaiki maupun jika akan dilakukan penggantian kabel instalasi. Mengapa demikian..?
  • Yang pertama adalah jika suatu hal dalam menanam pipa instalasi terjadi kebocoran pada pipa (ketika berlangsungnya proses pengecoran) maka akan mengakibatkan campuran beton masuk kedalamnya sehingga pada akhirnya pipa instalasi tersebut menjadi buntu alias tersumbat...
  • Yang kedua adalah jika sampai titik percabangan juga ditanam pada beton. Coba bayangin sendiri... gimana coba cara nyambung kabelnya...
Diluar itu semua, paling sering dijumpai adalah yang empunya rumah menggunakan kabel jenis NYM ataupun karena saking kayanya tu orang, instalasi rumahnya menggunakan kabel jenis NYY dan menganggap penanaman didalam beton tidak perlu menggunakan pipa instalasiWah yang ini... ni... paling kereeen... klo ada apa2 ama instalasinya gimanaaa cobaaa..?!?!. boro-boro nyusupin kabel buat diganti yang baru...  nglepasin kabelnya aja dah gak bisa mikir lagi.... ditarik 10 orang aza tu kabel bakalan nyengir doang... ujung-ujungnya ganti total instalasi yang ada dalam beton tersebut.... mendingan ditinggal mancing dilaut bro.....he..heee....
Ok.. kita lanjutkan. Berikut ide tips pada pemasangan instalasi rumah bertingkat : 
  • Sebaiknya instalasi terbagi menjadi group instalasi yang berbeda untuk tiap lantai.
  • Jalur pembagian group dari kotak pengaman untuk lantai atas(lantai 2,3,dst.) dapat diletakkan disisi luar tembok rumah ataupun didalam tembok itu sendiri. Jika diletakkan disisi luar tembok rumah, pastikan jalur tersebut terlindungi dengan baik. Anda bisa menggunakan pipa peralon atau bahan lainnya yang tahan terhadap perubahan cuaca dan yang terpenting harus kedap air. Gambar ilustrasinya baik di luar maupun didalam tembok terlihat seperti gambar dibawah ini.
  • Usahakan pipa instalasi tidak tertanam didalam beton apalagi titik sambungnya. Jikapun ada sebaiknya hanya pipa instalasi untuk saluran menuju lampu penerangan, itupun juga jangan dicabangkan didalam beton jika lampu penerangan tersebut dipasang paralel dengan lampu lainnya. Kita ambil contoh denah sederhana dibawah ini.
maka ilustrasi gambar realisasi pemasangan yang tampak dari depan akan terlihat seperti gambar dibawah ini.
dan jika dilihat dari samping maka kotak sambung 1 atau kotak sambung 2 yang menuju lampu akan terlihat seperti gambar dibawah ini.
Perlu di ingat, pastikan pipa instalasi yang akan ditanam dalam beton harus benar-benar tertutup rapat alias tidak ada kebocoran, terutama pada daerah sambungan pipa. Gunakan isolasi pada sambungan pipa untuk lebih melindungi dari kebocoran.

Satu hal lagi, jika anda merasa risi/kurang cocok dengan penutup asli dari kotak sambung (emang jelek kok tutupnya.. apalagi untuk kotak sambung yang bulat... garing bangettt...), anda bisa mengatur penanaman kotak sambung sedikit lebih dalam dan membuat tutup modifikasi (seperti terlihat pada gambar kotak sambung ke lampu diatas) yang terbuat dari kayu atau bahan lainya sebagai penutup kotak sambung tersebut sehingga nantinya jika tembok dirapikan akan terlihat rata. Jangan lupa diberi tanda kecil pada daerah tempat tutup kotak sambung tersebut sehingga jika suatu saat akan memperbaiki tidak kebingungan mencarinya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang membacanya dan terima kasih telah berkunjung kesini.. Akhir kata... molor lagi aahhh.....

home theater



Instalasi Sistem Audio Home Theater
Tips instalasi
Perangkat audio video sangat rentan terhadap kesalahan instalasi. Ini bukan berarti ketika memasang Anda harus menyewa ahlinya. Anda pun dapat menginstalasi sendiri perangkat audio video ini. Yang penting, perhatikan petunjuk pemasangannya.
Berikut ini hal utama yang wajib Anda perhatikan:
-


-




-
Tempatkan perangkat pada lokasi yang dinginkan. Hendaknya jarak antara perangkat audio dan video tidak terpaut jauh. Sesuaikan jarak dengan ketersediaan kabel-kabel untuk audio-video.
Pada perangkat terbaru, ada pilihan untuk menampilkan gambar pada televisi dan suara pada amplifier. Agar tak salah pasang, pilih sesuai keinginan. Setiap alternatif menggunakan kabel berbeda. Yang umum, audio dan video dihubungkan dengan kabel RCA. Sedkit lebih tinggi, gambar ditampilkan melalui kabel RBG.
Perlu diperhatikan tata letak microphone dan speaker agar tidak terjadi feedback
Ketika memasang, perhatikan jenis kabel, warna kabel, dan warna port pada perangkat. Hubungkan kabel dengan port sesuai warnanya. Hati-hati jangan sampai berbeda warna karena akan berpengaruh terhadap tampilan gambar dan suara.
Pendahuluan
Instalasi sistem audio yang baik memerlukan perencanaan yang baik .Pertama akustik ruang yang harus dianalaisa. Yang kedua optimasi sistem speaker harus dipilih.Ketiga komponen audio seperti :preamplifierPower Amplifiertape recorder, DVD playerequalizer dan pic up yang harus dipilih. Keempat, Optimasi Instalasi antena AM/FM harus direncanakan.
Sistem Instalasi
Sistem audio dapat dibagi menjadi rangkaian level rendah dan rangkaian level tinggi. Output recorder,output tape recorder adalah rangkaian level rendah.Rangkaian level rendah peka terhadap derau yang disebabkan oleh gangguan listrik (hum). Oleh karena itu interkoneksi antar komponen audio pada bagian level rendah perlu menggunakan kabel audio. Kabel audio adalah kabel yang terdiri dari konduktor pejal yang diberi pelindung. Sebaiknya rangkaian level tinggi seperti pada power amplifier tidak peka terhadap derau sehingga tidak memerlukan kabel yang diberi pelindung.
diagram sistem instalasi
Dalam instalasi peralatan audio menggunakan bermacam-macam bentuk terminal dan jack penghubung sesuai dengan peralatan audio yang digunakan
macam-macam jack dan kabel dalam home theater
Instalasi Mikrofon
1.


2.
3.


4.
5.
6.


7.
8.
9.
10.
11.


12.
13.
14.
15.
Letakkan loudspeaker pada ruang pendengaran, aturlah agar distribusi bunyi
merata ke seluruh ruangan!
Letakkan integrated amplifier pada tempat yang mudah untuk mengoperasikan!
Hubungkan oudspeaker ke terminal keluaran integrated amplifier dengan dengan menggunakan kabel loudspeaker! Perhatian: phasenya jangan terbalik!
Carilah terminal input MIC pada integrated amplifier!
Hubungkan mikropun pada terminal input MIC tersebut!
Hubungkan kabel sumber daya pada integrated amplifier dengan sumber daya yang tersedia!
Nyalakan integrated amplifier (switch on)!
Lakukan pemilihan input pada MIC!
Nyalakan mikrofon!
Berikan sumber bunyi dari vokal melalui mikrofon!
Lakukan pengaturan bass/treble pada integrated amplifier untuk mendapatkan bunyi yang enak didengar!
Minimumkan pengaturan volme sehingga penguatan menjadi nol
Matikan mikrofun!
Matikan integrated amplifier!
Lepaskan semua kabel penghubung dan kembalikan semua peralatan pada tempat semula!
Instalasi Tape Recorder
1.
2.
3.


4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Carilah terminal input TAPE pada integrated amplifier!
Hubungkan output tape recorder pada terminal input TAPE tersebut!
Hubungkan kabel sumber daya pada integrated amplifier dengan sumber daya yang tersedia!
Nyalakan integrated amplifier (switch on)!
Lakukan pemilihan input pada TAPE! 
Nyalakan tape recorder!
Masukkan sebuah pita cassette yang telah berisi rekaman pada tape recorder!
Lakukan main ulang/playback!
Lakukan pengaturan bass/treble untuk mendapatkan bunyi yang enak didengar!
Matikan tape recorder!
Matikan integrated amplifier!
Lepaskan semua kabel penghubung dan kembalikan semua peralatan pada tempat semula!
Instalasi Penerima AM/FM
1.


2.


3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Hubungkan output penerima(tuner) AM/FM pada terminal input TUNER atau AM/FMtersebut!
Hubungkan kabel sumber daya pada integrated amplifier dengan sumber daya yang tersedia!
Nyalakan integrated amplifier (switch on)!
Lakukan pemilihan input pada TUNER atau AM/FM!
Nyalakan penerima(tuner) AM/FM!
Pilihlah salah satu siaran pada gelombang AM atau FM!
Lakukan   pengaturan bass/treble untuk mendapatkan bunyi yang enak didengar!
Matikan penerima(tunerAM/FM!
Matikan integrated amplifier!
Instalasi CD/DVD Player
1.
2.
3.


4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Carilah terminal input  CD pada integrated amplifier!
Hubungkan output CD pada terminal input CD tersebut.
Hubungkan kabel sumber daya pada integrated amplifier dengan sumber daya yang tersedia
Nyalakan integrated amplifier (switch on)!
Lakukan pemilihan input pada CD!
Nyalakan pemutar CD (CD Player)!
Masukkan sebuah CD musik ke dalam laci pemutar
Lakukan main ulang!
Lakukan pengaturan bass/treble untuk mendapatkan bunyi yang enak didengar!
Matikan pemutar CD (CD Player)!
Matikan integrated amplifier!
Lepaskan semua kabel penghubung dan kembalikan semua peralatan pada tempat semula!
Instalasi Audio Home Theater
1.


2.


3.


4.
5.


6.


7.
8.


9.
10.
11.
12.
13.


14.
15.
16.
Letakkan loudspeaker pada ruang pendengaran, aturlah agar distribusi bunyi merata ke seluruh ruangan!
Susunlah perangkat integrated amplifiertape recorder, penerima(tuner) AM/FM, equalizer, dan pemutar CD! Jika mungkin, susunlah secara bertingkat pada sebuah rak!
Hubungkan loudspeaker pada terminal keluaran integrated amplifier dengan menggunakan kabel loudspeaker! Perhatian: phasenya jangan terbalik!
Hubungkan equalizer pada integrated amplifier!
Hubungkan output tape recorder ke terminal input TAPE pada integrated amplifier dengan kabel audio!
Hubungkan output penerima(tuner) AM/FM ke terminal input TUNER atau AM/FM padaintegrated amplifier dengan kabel audio!
Hubungkan output pemutar CD pada terminal input CD tersebut dengan kabel audio!
Hubungkan kabel sumber daya pada integrated amplifier dengan sumber daya yang tersedia!
Nyalakan integrated amplifier (switch on)!
Lakukan pemilihan input pada TAPE!
Masukkan sebuah pita kaset musik ke dalam tape recorder!
Lakukan main ulang!
Lakukan pengaturan bass/treble untuk mendapatkan bunyi yang enak didengar! Lakukan langkah (10) sampai dengan  (13) untuk masing-masing sumber audio!
Matikan sumber audio!
Matikan integrated amplifier!
Lepaskan semua kabel penghubung dan kembalikan semua peralatan pada tempat semula!


Instalasi Sound sistem

Seorang sound engenering, sebelum melakukan instalasi  perangkat sound sistem, dia harus mengetahui jenis pertunjukan yang akan dilakukan, tempat yang akan digunakan, lingkungan tempat dimana akan berlangsungnya pertunjukan, dan kapasitas penonton. Hal ini wajib diketahui karena dari hal ini akan memberikan gambaran kejadian pertunjukan seperti apa dan bagaimana yang akan berlangsung. Gambaran dari kejadian yang akan datang tersebut, akan memudahkan untuk menyusun rencana peralatan yang akan dipergunakan, sistem dan seting peralatan yang akan dipergunakan.
Kita bahas dahulu tentang jenis pertunjukan. Seperti yang kita tahu, bahwa pada saat ini terdapat berbagai macam jenis pertunjukan. Jenis-jenis pertunjukan tersebut akan berakibat pada perangkat alat dan instalasi yang berbeda. Misalnya pertunjukan band yang berskala kecil akan berbeda dengan pertunjukan band dengan skala yang lebih besar. Pada pertunjukan seni karawitan Bali akan berbeda dengan perangkat yang dibutuhkan untuk pertunjukan DJ. Jadi masing-masing jenis pertunjukan akan berkorelasi dengan perangkat yang dipergunakan.
Tempat dan lingkungan tempat pertunjukan jelas akan sangat mempengaruhi pada perangkat dan sistem setting perangkat. Tempat diselenggarakannya sebuah pertunjukan harus dipertimbangkan dengan matang. Apakah sebuah pertunjukan akan dilaksanakan di tempat tertutup (indoor) ataukah di tempat terbuka (outdoor). Pada pertunjukan di dalam ruangan harus diperhatikan pula apakah tempat tersebut bergema ataukah tidak. Dalam hal ini harus diperhatikan apakah akustik dari ruangan tersebut baik atau hanya dinding tembok dan langit-langit dari triplek atau gypsum. Luas ruangan yang dipergunakan mempengaruhi pula pada sistem setting dan perangkat yang akan dipergunakan.
Tempat dan lingkungan pada pertunjukan di tempat terbuka harus pula diperhitungkan. Apakah sebuah pertunjukan akan dilangsungkan pada lapangan terbuka seperti pada lapangan sepak bola yang luas, di taman yang sempit, ataukah ditempat yang luas dengan tebing-tebing menjulang seperti di GWK. Factor kesulitan pada lapangan sepak bola, taman yang kecil akan berbeda dengan pertunjukan yang sering dilakukan di GWK. Faktor kesulitan sistem setting peralatan di GWK dengan tebing-tebing kapur menjulang jauh lebih sulit dibandingkan dengan lapangan terbuka biasa. Banyak para sound engenering mengakalinya dengan membentang tirai-tirai untuk mengurangi pantulan suara yang disebabkan oleh dinding-dinding tersebut.
Di samping dua hal di atas yang harus diperhatikan pula oleh seorang sound engenering adalah penonton/pengunjung yang akan menghadiri sebuah pertunjukan. Jumlah pengunjung yang puluhan, ratusan, dan bahkan ribuan akan mempengaruhi besarnya perangkat yang akan dipergunakan. Perlu diketahui bahwa tubuh manusia dapat menyerap getaran-getaran gelombang suara.  Berikut digambarkan sistem jaringan/skema untuk instalasi sound sistem dengan 3 pertimbangan di atas yang diambil dari www.yamaha.comseperti berikut.
Skema Sound 500 orang lebihPertunjukan dengan jumlah pengunjung antara 500 – 1000 orang pada sebuah lapangan terbuka yang luas, sebagai salah satu pilihan adalah akan dipergunakan peralatan dan skema berikut.
Mirophone                                                                      24
Mixer   MG32/14FX                                                          1
Power Amp      P5000S                                                    4
Power Amp      P7000S                                                    1
Speaker           S215V (C215V)                                        4
Woofer            SW218V (CW218V)                                  2
Monitor Speaker          SM15V (CM15V)                           4
Graphic EQ      Q2031B                                                    2
Digital Multi Effects       SPX2000                                      1

by : didint